Wawancara Taeyang dengan DAZED & CONFUSED Korea (Edisi Desember 2013)

page

FAITH (KEPERCAYAAN)
Taeyang mempercayai dirinya sebagaimana kita mempercayainya.
Editor: Nah Ji Un

(Check out the scans and the behind the scene here.)
Indonesian translation by TaeyangINA in accordance to the English translation by Always Taeyang. Big thanks to SILLY for the English translation!
a

Sebelumnya pernahkah Anda berjalan di jalanan Itaewon pada malam hari seperti ini?

Dulu saya sering datang ke Itaewon. Saya bisa dikatakan tinggal di sini. Ji-yong dulu tinggal di daerah sini, jadi saya sering berkeluyuran dan berbelanja di sini.
Sekarang sudah lewat pukul 4 pagi, tapi Anda masih terlihat penuh dengan enerji.
Pemotretan tadi memberikanku enerji yang baru. Saya senang hari ini.
 
Sudah 5 tahun sejak wawancara terakhir kita di tahun 2008. Saat itu Anda masih seorang anak laki-laki, tapi sekarang Anda terlihat seperti seorang pria.
Iya, kan?
Apa perubahan terbesar yang Anda alami selama masa itu?
Daripada mengalami perubahan besar, saya pikir saya sudah menjadi seorang yang dewasa secara alami.
Dalam sebuah wawancara belakangan ini, Anda mengatakan bahwa untuk membuat musik yang bagus, (seseorang) harus menjadi dewasa. Apa maksud Anda?
Dengan upaya artistik manapun, Anda harus berpikir tanpa henti akan dunia di dalam Anda untuk menemukan diri Anda sendiri. Hanya dengan begitu anda bisa membuat sesuai yang dikehendaki. Begitupun dengan musik. Saat membuat album ini, saya banyak merenung, “Apa yang benar-benar saya inginkan, dan bagaimanakah diri saya yang sebenarnya?” Saya merasakan dorongan untuk memproduksi musik yang lebih baik lagi. “Bagaimanakah musik yang sebenarnya? Bagaimanakah sosok seorang musisi sejati?” Saya banyak berpikir tentang itu dan, sedikit banyak, saya sudah menemukan jawabannya.
Apakah jawabannya?
Kesimpulan yang saya dapat sangatlah sederhana sampai mengejutkan saya. Hal yang benar-benar saya cintai dan saya inginkan adalah menjadi seseorang yang bangun setiap paginya untuk bernyanyi dan menari. Saya suka tampil di atas panggung, dan saya suka saat saya terhanyut dalam musik, saat saya bisa menuangkan seluruh passion saya ke dalam musik. Itulah saat dimana saya paling bahagia.
Karena itukah pada 1 November Anda tweet, “I love music so much. And so I’m grateful for each and every day. I just suddenly wanted to say this. (Saya sangat mencintai music. Karenanya saya sangat bersyukur setiap harinya. Tiba-tiba saya ingin mengatakan ini.)
Benar, karena saat itu saya berada dalam kondisi sensitif. (tertawa) Saya mengerjakan album ini untuk waktu yang lama. Saya bisa melihat garis akhirnya sekarang. Kami sudah menyempurnakan lagu-lagu untuk albumnya, dan saya mendengarkan lagunya satu per satu. Dan, lagu-lagu itu sungguh bagus.
Saya bisa mempercayai kata-kata Anda, kan?
Tentu saja! Sejujurnya, sebelumnya saya tidak percaya diri. Saat saya membuat dan menyanyikan musik itu, tentunya saya akan penuh dengan keyakinan. Tapi, seiring dengan albumnya yang terus diundur, saya mulai merasa tidak yakin. Keraguan mulai mendatangi saya. “Apakah ini benar?” (Saat itu), saya akan mencoba untuk memperbaiki ini dan itu tanpa alasan yang berarti. Tapi, akhirnya, saya mendengarkan semua lagu yang sudah rampung dan berpikir, “Oh, ini sungguh bagus.” Tentu saja, saya semakin menyukainya karena saya yang membuatnya, karena saya menghabiskan waktu saya untuk itu. Saya berpikir sendiri, “Saya benar-benar membuat musik ini.” Dan saya pun merasa bangga akan diri saya. Dan terharu. (tertawa) Pada hari itu, saya merasa menjadi seseorang yang paling diberkati di seluruh dunia. Karena itu saya menuliskan itu di Twitter.
Jika dibandingkan dengan album solo pertamamu, seberapa banyak lebih baik?
Tentu saja saya lebih menyukai album yang baru ini dibanding yang lama. Karena album ini berisikan musik yang sedang saya sukai, apa yang sedang ingin saya sampaikan, warna yang sedang ingin saya ilhami. Tapi saya rasa lebih benar jika para pendengar yang menilainya. Meskipun begitu, saya tidak peduli apakah album ini akan diterima dengan baik (oleh masyarakat) atau tidak. Bahkan jika album ini dicap sebagai yang terburuk, itu tidak akan menjadi masalah bagi saya.
Karena Anda puas dengan album ini?
Benar.
Orang-orang yang menyukai dan menghargai Taeyang sang musisi merasa ingin tahu apakah Anda sudah mengesampingkan warna asli anda untuk ekperimentasi dan perubahan genre yang berlebihan. Bisakah kita menghilangkan keingintahuan ini?
Saya juga tidak menyadari hal ini, tapi perubahan seperti itu terjadi secara alami. Saya memilik warna yang begitu kuat dan saya orang yang sungguh keras kepala sampai saya cenderung mempertimbangkan hal untuk waktu yang lama sebelum saya menerima sesuatu yang baru. “Apakah ini benar? Apakah akan cocok dengna saya? Apakah ini yang benar-benar saya inginkan?” Perubahan ini sungguh alami untuk saya. Jika perubahan itu dipaksakan, saya tidak akan bisa melakukannya.
Sebuah lagu R&B dengan suaramu yang penuh jiwa dan sepercik emosi yang lembut… Bisakah kami mengharapkan satu lagu seperti itu?
Tentu saja. Itulah yang paling saya sukai dan saya paling mahir dalam hal itu. Lagu-lagu dimana saya terlibat, lagu-lagu dimana nama saya ada di bagian composer ataupun lyricist, merupakan lagu-lagu yang seperti itu (R&B/Soul). Sangat ada kemungkinan kalau musik dimana saya tidak terlibat langsung bukanlah apa yang fans inginkan. Bagaimanapun, itu adalah pakaikan yang tidak saya pilih, melainkan pakaikan yang menurut orang akan terlihat bagus untuk saya. Tapi, saya mengenakannya juga karena saya benar-benar menyukainya. Saya membuat album ini dengan pemikiran saya harus menjangkau pendengar baru, bukan hanya orang-orang yang sudah menyukai musik saya dan mendukung saya. Jika saya mengikuti hati saya, saya akan berakhir dengan apa yang sama dengan sebelumnya. Ada bagian dari diri saya yang berpikir kalau saya harus menjadi sedikit lebih cermat untuk album ini. Berbagai genre digunakan. Jika ini adalah suatu transisi, saya yakin kalau ini akan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk saya kelak.
Jangan bilang kalau Anda bergelut di musik rock.
Tidak. Saya memakai elemen rock tertentu, Namun, tentu saja, saya tidak akan tiba-tiba berganti haluan dan menggeluti hardcore rock.
Saya mendengar bahwa orang-orang seperti Happy Perez, Cocaine 80s, dan The Underdogs ikut terlibat dalam album anda. Anda mengatakan bahwa bertemu dengan musisi-musisi luar otomatis membuat Anda bekerja sama dengan mereka dalam membuat musik. Apakah hal yang sama terjadi dengan mereka?
Benar. Adalah suatu saat ini dimana saya pergi ke Los Angeles untuk beristirahat sejenak, tapi, setelah satu-dua hari, saya mulai merasa sangat bosan. Saat itu saya pergi dengan Choice37 dan kami mendengarkan beberapa musik R&B kesukaan kami. Tiba-tiba terpikirlah kalau lagu-lagu itu diproduksi oleh orang yang sama, jadi kami mencari tahu, dan itu adalah The Underdogs. Hyung mengatakan bahwa dia mengenal mereka, jadi kami mengirimkan mereka e-mail berbunyi, “Saya menggeluti jenis musik ini. Saya sedang berada di Los Angeles dan saya akan sangat senang untuk bekerja sama denganmu.” Mereka dengan cepat membalas, “Great! Mari bekerja sama.” Kami pun bertemu dan ke studio untuk bekerja. Sejak saat itu, setiap kali BIGBANG mengadakan tur keluar negeri, saya menghubungi berbagai produser dan bertemu dengan mereka. Saya juga bekerja dengan produser terkenal, Danja, tapi saya tidak yakin bagaimana lagunya nanti. Tak hanya itu, kita juga bertemu dengan Happy Perez, Cocaine 80s, dan Britt untuk bermalam sekitar lima hari. Kami datang ke studio di pagi hari dan bekerja hingga larut malam lalu tidur saat semua sudah selesai. Ada tujuh lagu yang kami produksi bersama dan semuanya sangat menyenangkan. Saya rasa salah satu lagunya akan ada di album.
Kalau lagu-lagu itu sangat bagus, kenapa albumnya diundur?
Musik yang menarik bagi saya, musik yang dibuat oleh produser-produser yang saya sukai, tidak selalu menjadi musik yang akan masuk dalam TOP 10 di tangga musik. Karena jenis musik yang saya suka, butuh waktu yang tidak singkat untuk meyakinkan YG. Jika ada lagu yang saya ingin berada di dalam album, saya akan menunggu selama mungkin sampai YG menyetujuinya. Saat saya menyukai sesuatu, saya tidak bisa membiarkannya begitu saja.
Saya diberitahu kalau ada enam buah lagu yang Anda tulis akan masuk di dalam album. Apakah lagu-lagu itu datang sendiri pada Anda karena Anda tahu apa yang Anda sukai?
Iya. Saya tidak punya keinginan untuk memproduksi. Jika seseorang menulis lagu sekarang, dan saya menyukainya, saya akan langsung rekaman. Jika saya menyukainya, itu hal yang terpenting. Saya tak pernah berpikir, “Album ini harus diproduksi langsung oleh saya apapun yang terjadi.” Saya bukan juga orang berpikir, “Mari menulis lagu,” dan saya menulis kapanpun saya menemukan sesuatu yang saya inginkan. Lagu muncul oleh kesempatan. Kalau, sebelum tidur, sebuah melodi yang saya suka muncul, saya akan langsung berkutat dengannya.
Lagu manakah yang paling mengekspresikan seorang Taeyang?
Intro-nya, “Rise”. Sebenarnya, semua konsep untuk album ini muncul setelah membuat intro, seperti teaser photo, teks yang mengikuti tulisan purba kala. Detik dimana saya mendengarkannya, saya terpikir akan Taeyang (= matahari). Maksud saya, Taeyang (= matahari) yang terbit. (tertawa) Dan, saya saat itu melihat pemandangan alam dan hutan yang luar biasa. Musik ini sendiri sangat luas. Saat mendengarkannya, saya membayangkan hutan dan matahari yang sedang terbit ditemani suara-suara hewan di sekitarnya. Jadi, setelah mendengarkan lagu ini, saya memilihnya sebagai dasar untuk menciptakan lagunya, “Rise”.
Apakah Anda memilih “Ringa Linga” sebagai yang lagu untuk pre-release karena merupakan lagu yang paling menonjol?
Saya ingin lagu pertama (yang dirilis) memberikan kesan yang kuat karena akan menjadi lagu yang saya rilis setelah waktu yang cukup lama. Lagu juga penting, tapi saya ingin menonjolkan penampilannya. Saya menginginkan permulaan yang ‘kuat’ dan akan membawa sukses pada albumnya. Lalu YG mengusulkan sebuah lagu dan berkata, “Saya pikir akan sangat keren jika kamu menggunakan lagu ini,” dan saya sangat menyukainya. Kemudian Ji-Yong menggubah dan menulis sebuah lagu untuk itu. Kami menyelesaikan semuanya, termasuk rekaman, dalam dua hari. Itulah “Ringa Linga”.
Tarian Anda dulu terkontrol, terstruktur, dan sangat rinci. Kali ini, tariannya bebas dan penuh dengan groove.
Sejujurnya, cara saya menari sekarang lebih ‘saya’. Jika Anda melihat zaman saya baru debut, Anda akan melihatnya. Ketika saya bersolo karir, koreografi yang rinci dan lyrical sedang trend dan terkesan keren. Tidak ada orang lain di Korea Selatan yang melakukannya, jadi saya melakukannya. Saya juga menyukai tarian yang seperti itu, tapi koregrafi yang saya lakukan sekarang lebih ‘saya’. Dan, lebih menyenangkan saat berada di atas panggung.
Kita tidak boleh membicarakan tentang tur BIGBANG di London, saat Anda menghentikan mimisan dengan tisu dan menyanyikan lagu “Don’t Judge Me” oleh Chris Brown. Anda harus mengisi waktu sehingga Seungri bertanya, “Apakah kamu ingin menari? Atau bernyanyi?” Anda menjawab bernyanyi. Kemudian Anda menyanyikan lagu itu dengan keinginan mendadak, dengan cara Anda sendiri, tidak mempedulikan mimisan. Saya rasa itu yang disukai orang-orang tentang Anda.
Mimisan itu memang agak… (tertawa) Itu juga hal yang saya sukai. Saya suka menjadi (orang yang) tulus, melakukan hal yang saya suka tanpa merasa dikendalikan oleh sesuatu.
Musik apa yang ingin Anda dengar sebelum Anda tidur malam ini?
Saat ini… “The Thrill” dari Miguel. Chorus-nya sepert ini, “And I can’t wait.” Karena saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk album saya.
Kalau begitu, ada musik R&B dalam album ini?
Sebetulnya, artis-artis yang berpengaruh banyak dalam album ini adalah Miguel, Frank Ocean, dan The Weeknd.
Benarkah? Dalam pikiran saya, di Korea Selatan, hanya Taeyang yang bisa melakukan tipe musik seperti itu.
Saya paling mengerti musik seperti apa yang terbaik untuk saya. Saya sudah membuat lebih dari 20 lagu seperti itu. Kalau Miguel, saya mulai menyukainya sudah sejak lama, sejak ia masih menuliskan musik untuk artis-artis lain. Saat saya mendengarkan artis favorite saya, terpikirlah siapa yang membuat musik seperti ini, dan begitulah saya menemukan Miguel. Saya sangat menyukai mixtape-nya dan album pertamanya. Saya sangat menyukai “Sure Thing”. Melihat suksesnya album keduanya dan penghargaan-penghargaan yang ia dapat, saya merasa senang. Untuk The Weeknd, saya masih mendengarkan mixtape yang ia rilis saat awal-awal. Saya masih lebih menyukainya dibandingkan album-album barunya. The Weeknd bagiku sama seperti Michael Jackson dengan suara yang lebih gelap. Saya yakin dia juga terinspirasi oleh Michael Jackson. Rasanya dia seperti mengambil atmosfir gelap dari lagu, seperti, “Earth Song” dari Michael Jackson dan memaksimalkannya. Itulah tiga referensi untuk album saya. Namun, seperti yang Anda tahu, jenis musik seperti itu masih sulit untuk Korea Selatan.
Akankah menjadi seperti “Channel ORANGE” milik Frank Ocean yang tidak hanya memikat kritik tapi juga banyak pendengar tahun lalu?
Jika saya terus memaksakan untuk hanya jenis lagu seperti itu, saya tidak akan bisa untuk merilis album ini. Sejujurnya, saya tidak bisa banyak memasukkan musik seperti itu (ke dalam album ini). Saya berupaya untuk memperhatikan sekeliling saya. Ini Korea Selatan, dan saya berada di bawah YG, jadi tidak akan realistis untuk melakukan semuanya sesuai cara saya, mengikuti hanya gaya saya. Begitupun, saya bahagia album ini akan dirilis dan saya bisa menunjukkan siapa saya sekarang ini. Bagaimanapun juga, saya harus terus berkembang. Selama saya tidak kehilangan perasaan yang saya miliki sekarang dan terus berkembang, saya rasa bakat musik saya akan prima saat saya mencapai umur 30an.
Seberapa besar keyakinan dan kepercayaan dalam diri Anda yang membuat Anda bisa berkata seperti itu?
Kepercayaan dan keyakinan saya pada diri saya 100%. Saya percaya, dari detik saya memutuskan untuk menjadi seorang penyanyi, saya harus menjadi yang terbaik di dunia. Sekarang pun saya masih berpegang pada pemikiran itu.
Misalkan masa depan Anda sudah ditentukan. Jika Anda dapat merubah masa depan itu sekali, sekarang ini, apa yang akan Anda lakukan?
Jika itu dengan keadaan yang sekarang ini, saya rasa saya tidak akan mengubah apapun. Jujur saja, saat saya membaca tulisan para fans yang khawatir akan karir solo saya, hati saya sedikit sakit. Karena saya akan menjadi penyanyi hingga akhir hayat saya. Dengan pandangan seperti itu, masih ada begitu banyak waktu. Jika saya tidak berpikir seperti itu dan merasa didesak oleh setiap situasi dan memiliki pandangan yang negatif, semuanya akan menjadi sangat sulit. Setidak-tidaknya, saya ingin bernyanyi dan menari hingga ajal saya.
Segera setelah Anda memulai solo karir, ada pemikiran bahwa Anda dikenal sebagai seorang musisi. Apakah Anda terbebani dengan ekspektasi itu?
Tidak lagi, tidak sama sekali. Tapi, sejujurnya, ada kalanya itu menjadi sebuah beban.
Kapankah itu?
Saat sedang mempersiapkan album solo pertama saya. Dan setelah saya merilisnya. Mini-album pertama saya “Hot” mengundang pujian, dan, tanpa disadari, saya menjadi sadar akan kata-kata dan pandangan orang. Menurut saya, album itu saya buat dan promosikan di bawah tekanan. Kemudian saya menyadari setelahnya, jika saya mengizinkan beban itu memberatkan saya, pada akhirnya saya menjadi bukan saya, dan saya tidak bisa menikmati musik. Jadi, saya membuang beban itu. Saya banyak terinspirasi dari orang-orang yang bagi saya adalah seniman sejati. Dan saya ingin menjadi seperti itu. Oleh karena itu saya tidak peduli apakah orang melihat saya sebagai seorang seniman atau idol. Saya senang bahwa saya adalah saya. Sebelum saya menjadi seorang penyanyi atau seniman, saya adalah seseorang yang mencintai musik. Apapun situasinya, saya bisa menjadi diri saya sekarang.
Anda tidak takut akan ini itu?
Tidak.
Siapa yang Anda anggap sebagai seniman sejati?
Ada banyak. Untuk penyanyi adalah Michael Jackson dan senior Cho Yong-Pil. Senior Cho Yong-Pil adalah orang yang menunjukkan pada saya secara dekat bagaimana seorang penyanyi menjalani hidupnya. Michael Jackson adalah buku pedoman saya. Bukan “saya harus bermusik seperti dia”, melainkan pola pikirannya. Saya selalu mengamati sikapnya terhadap musik dan belajar dari itu. Saya ingin mempunyai semangat yang sama dengannya. Seniman lain yang memiliki pengaruh besar pada saya belakangan ini adalah tattoo artist, Anil Gupta. Saya punya sebuah tato yang dibuat olehnya di New York, dan saya rasa, di antara semua seniman yang pernah saya temui, dia adalah seniman sejati. Memang kami berada dalam bidang yang berbeda, tapi saya memutuskan untuk menjadi seniman seperti dirinya. Menurut saya, ia orang yang mengagumkan.
Dalam arti apa?
Tato digambar pada badan, jadi ada batasan akan apa yang bisa diekspresikan. Ia telah merintis jejaknya dan sudah benar-benar memperluas dunia itu. Saat ia menceritakan secara singkat tentang usahanya untuk mencapai semua itu, saya benar-benar terinspirasi. Dia mempunyai kepercayaan diri untuk berkata, “Saya bisa membuat sebuah tato yang tak dapat dibedakan dari sebuah foto yang distempel. Saya satu-satunya yang bisa membuatnya.” Saya menghargai kemampuan seperti itu, tapi saya lebih menghargai lagi pendiriannya terhadap hidup. Setiap kata yang terucap dari bibirnya terkesan bijak, jadi ketika ia bertanya pada saya, saya harus menjawabnya dengan baik.
Dari semua pertanyaan yang ia tanyakan, manakah yang tersulit?
Kami menghabiskan banyak waktu bersama karena tato saya yang besar. Kami membicarakan tentang ini dan itu, dan dia berujar, “Ciri khas U2 adalah mereka menyanyikan perdamaian. Tupac membuat musik yang menyuarakan keadaan dan pengalamannya, dan melalui musik itu, ia berujar mari memimpin dunia.” Kemudian ia bertanya, “Grup-mu, apakah ciri khas kalian dalam bermusik?” Saya harus berpikir keras karena saya tidak pernah menerima pertanyaan seperti itu sebelumnya. Tapi, saya pikir saya menjawabnya dengan baik. (tertawa)
Apa yang Anda katakan padanya?
Saya mengatakan ciri khas BIGBANG adalah ‘Youth Energy’. Hal-hal yang muda dan baru, kami mewakili kemampuan untuk membuatnya menjadi milik kami. Dia sungguh bahagia mendengar jawaban tersebut. Katanya, dia menyukainya.
Jika BIGBANG mewakili energi kamu muda, apa pesan yang ingin Anda sampaikan sebagai Taeyang sebagai seorang musisi?
Mungkin kelebihan saya adalah ‘pure passion’. Saya selalu menjaganya dalam pikiran saya dan berusaha untuk tidak melupakannya. Ini merupakan hal yang disampaikan tidak hanya dalam musik saya, tapi juga dalam seluruh diri saya.
Jadi menurut Anda, meskipun tidak dengan sebuah pesan tertentu, pure passion Anda tersampaikan melalui tarian dan nyanyian Anda?
Betul. Itu adalah semuanya. Itu adalah jiwa saya, jadi semua datang dari sana. Lirik dan atmosfir lagu hanyalah sebuah kemasan. Saya tahu kalau apa yang ada di dalam saya, jiwa saya, adalah kekuatan terbesar saya. Yang paling penting adalah saya tidak melupakan itu, apapun situasinya, apapun musiknya.
Apakah Anda seseorang yang bisa mengenal seseorang yang ‘hebat’?
Saya bisa mengenalinya dengan baik. Saya cenderung cepat dalam menebak orang seperti apakah seseorang ini. “Orang itu mempunyai enerji yang baik,” “Dia adalah orang yang ‘hebat'”, dan lain lain.
Orang-orang seperti apa yang Anda jadikan teman?
Tidak sulit. Mereka hanya perlu memperlakukanku dengan tulus.
Apakah Taeyang (= matahari) yang paling Anda sukai dari semua tata surya?
Haha. Sebetulnya saya menyukai luar angkasa dan alam. Menurut saya, seniman terhebat adalah Tuhan. Saya banyak terinspirasi dari hal-hal yang diciptakan Tuhan. Bahkan nama ‘Taeyang’. Karena matahari selalu terbit (/bangkit), matahari itu hangat, dan matahari merupakan bintang terbesar.
Lalu, apakah Anda punya waktu untuk bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa?
Ketika saya mengunjungi berbagai negara saat tur, sungguh indah melihat berbagai pemandangan dan warna berbeda yang hanya bisa Anda lihat di masing-masing negara. Sesungguhnya, saya sangat ini bepergian. Tahun depan saya berencana untuk banyak bepergian.
Kemana Anda ingin pergi dulu?
Brazil. Teman saya yang sudah pernah ke sana berkata bahwa Brazil mempunyai matahari terbit yang paling indah. Saya ingin melihatnya sendiri.
a
Please credit TaeyangINA when taking out. Thank you and enjoy!🙂

About TaeyangINA

Love & support Taeyang always
This entry was posted in Interview and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s