NAVER Star Timeline: Taeyang Yang Mengabdikan Setengah Hidupnya untuk Musik (140617)

Tidak ada star yang jatuh begitu saja dari langit. Terlebih lagi K-Pop star yang berada di panggung dunia. Butuh kesabaran dan kerja keras setidaknya tiga sampai empat tahun untuk menjadi seorang star. Pengalaman training para remaja ini pun tidak ada pengecualian, sungguh keras. Saat ini pun banyak trainee yang berhenti, tidak kuat menerima tekanan tanpa ampun yang diberikan pada  mereka. Mereka menyerah akan impian mereka, setengah hati dan setengahnya karena kerasnya kenyataan.
Lead vocal BIGBANG, Taeyang (26 tahun – Dong Young Bae), juga melalui masa yang keras itu. Menghabiskan masa trainee selama 6 tahun, 2190 hari, 52560 jam, Taeyang berjuang sendirian di gedung lama YG Entertainment. Taeyang sudah memilih sendiri jalan hidupnya ini saat masih menduduki bangku kelas 6 SD, saat ia bisa menghabiskan waktunya bepergian dengan teman-temannya. Oleh karena itu, ia pun lebih tekun. Ia tidak pernah berbuat curang, dan enam tahunnya diisi dengan kerja keras yang jujur. Jerih payahnya pun terbayar. Pada tahun 2006, ia debut sebagai salah satu member BIGBANG, dan kini ia berdiri di puncak, bersinar dengan terangnya.
Dalam “Star Timeline” minggu ini, lokasi “time slip” Taeyang adala gedung lama (YG Entertainment) di Hapjeong dimana ia memupuk cita-citanya.Gedung baru YG Entertainment dibuka sejak 2011, tapi tempat yang lama masih menjadi tempat dimana trainee memupuk cita-cita mereka. Taeyang yang baru saja merilis album keduanya, “RISE”, mengakui kalau pengalaman pahit dan manisnya di bangunan tua ini yang mendorongnya untuk terus berkembang.
Taeyang yang mengunjungi gedung lama pada tanggal 15 lalu itu pun berkeliling sambil berkata, “Sudah banyak yang berubah dari tempat ini. Tapi, baik dulu maupun sekarang, udaranya masih saja lembab di sini.” Menemukan kembali gang dimana ia sering bermain saat masih kecil, Taeyang seperti langsung kembali ke masa 12 tahun yang lalu. Perlahan-lahan, ia pun mulai bercerita kisah yang ia simpan dalam hatinya.
aa

#1. Satu kalimat yang merubah hidup Taeyang yang masih berusia 13 tahun, “Aku ingin menjadi penyanyi”

Q. Sejak kapan kamu bercita-cita untuk menjadi seorang penyanyi?
TY. Sejak masih kecil aku sudah menyukai musik. Tapi, karena aku pada dasarnya introvert, aku tidak dapat memperlihatkannya. Saat aku masih kelas 4 SD, sekolah akting sedang booming. Kondisi keuangan keluargaku cukup sulit saat itu sehingga aku tinggal di rumah tanteku. Saat sepupu-sepupuku masuk sekolah akting, aku pun ikut. Suatu kali, YG mencari anak kecil untuk menjadi Jinuseun kecil dan aku pun ikut audisi itu. Pada akhirnya, aku pun masuk dalam video klip senior Jinusean. Itu kali pertama aku mendengarkan musik Hip-Hop, tapi aku langsung berpikir, “Aku ingin menjadi trainee di sini.”
Q. Kamu mengatakannya pada CEO Yang Hyun Suk secara langsung?
TY. Benar sekali. Setelah selesai dengan video klip Jinuseun, aku kembali ke kehidupanku yang sebelumnya. Namun, aku membencinya. “Aku ingin menjadi penyanyi. Aku ingin menjadi trainee di sini,” pintaku dulu pada CEO Yang Hyun Suk. Ia pun membalas, “Baiklah.” Aku rasa ia menyukai tekadku yang masih di usia muda saat itu.
Q. Bukan hal yang mudah mengatakan hal itu saat masih kelas 6 SD.
TY. Saat kelas 4 SD, IMF sedang meledak dan kondisi keuangan rumah pun tiba-tiba menjadi sulit. Di usia semuda itu, aku tidak mengerti situasinya. Di satu sisi, aku membenci hidup yang seperti itu. Di sisi lain, aku pikir aku harus bisa dengan cepat mencari sesuatu yang bisa kulakukan dengan baik untuk membantu orang tuaku.
Q. Apa kesan pertama CEO Yang Hyun Suk yang kamu dapat?
TY. “Ia sungguh besar,” pikirku. Dari semua orang yang pernah kutemui hingga kelas 6 SD, dialah yang paling besar dan kuat yang pernah kutemui. Itu yang terlintas di pikiranku.
Q. Orang tuamu pasti sangat khawatir pada masa itu.
TY. Pada awalnya mereka khawatir. Tapi, mereka mengajukan satu syarat: “Kamu melakukan ini atas kemauanmu sendiri. Jangan meminta bantuan. Dan, harus tetap menjaga prestasi di sekolah.”
Q. Itu juga merupakan masa dimana kamu bertemu dengan G-Dragon, kan?
TY. Saat itu Ji-Yong beraktivitas dalam kegiatan underground Hip-Hop, lalu kemudian masuk ke YG. Kadang kala kami berdua yang adalah trainee biasanya akan berkelahi, tapi kami juga saling bergantung satu sama lain. Yang menjadi trainee pun pada saat itu hanyalah kami berdua. Karena kami berdua tidak bisa menjalani kehidupan sekolah seperti yang lainnya, semua kenangan masa mudaku adalah bersama Ji-Yong.
Q. Apakah ada persaingan antara kalian berdua saat itu?
TY. Bahkan pada masa itu, Ji-Yong adalah sudah dilihat sebagai seorang trainee dan juga seorang artis. Aku adalah trainee yang masuk karena kemauanku sendiri. Sebenarnya, walau tak terlihat, aku seringkali merasa, “Ini diskriminasi.” Oleh karena itu, aku banyak berlatih. Persaingan tentu saja ada pada saaat itu.
a

#2. Masa remaja Dong Young Bae, masa indah yang dihabiskan bersama Kwon Ji Yong

Q. Bagaimanakah masa-masa menjadi trainee?
TY. Aku merasa mulai memasuki dunia yang sebenarnya. Hidup tanpa rumah dan sekolah, dan langsung dilempar ke masyarakat, aku sering merasa kesulitan karena tidak tahu bagaimana memperlakukan orang-orang.
Q. Tentunya sulit.
TY. Ya, benar. Belum lagi, butuh waktu yang tidak singkat untuk pulang dan pergi rumahku yang ada di Euijeongbu. Usai sekolah pukul 16.00, aku akan langsung naik bus yang mengarah ke Hongdae. Aku akan tiba sekitar pukul 18.00 dan berlatih hingga pukul 23.00, lalu berlari ke terminal bus untuk mengejar bus terakhir. Waktu akan menunjukkan pukul 01.00 ketika aku tiba di Euijeongbu dan aku masih harus berjalan sekitar 30 menit untuk sampai di rumah. Setelah itu, aku akan langsung mengerjakan pekerjaan rumah dan tidur setelah pukul 03.00. Uang jajanku setiap harinya itu 2.000 won, tapi setelah naik bus, hanya akan tersisa 400 won.
Q. Apakah yang sudah diajarkan YG Entertainment?
TY. Sekarang ini para trainee berada di bawah system yang sudah diorganisir dengan baik, tapi pada saat itu, kami hanya bisa belajar dengan melihat dari pundak para penyanyi dan penari senior yang berlatih. Walaupun begitu, kami menjadi belajar bagaimana menjadi “orang” sebelum menjadi seorang penyanyi. Contohnya saja, begitu tiba di agency, kami akan mulai membersihkannya. Saat itu, kepala departemennya adalah Hon Pyo yang mengawasi dengan sangat ketat. Ia akan memeriksa setelah kami bersihkan. Jika masih ada debu, kami harus membersihkan ulang.
Q. Apakah para senior mengajari kalian?
TY. Sulit bahkan untuk berbicara dengan mereka. Saat itu mereka sudah menjadi star. Mereka tidak sehangat itu pada kami. Aku sangat iri ketika melihat anggota 1TYM memamerkan pakaian baru mereka dari Amerika yang akan digunakan untuk album ketiga mereka. Pakaian itu memenuhi seluruh ruangan. Aku ingat berkata pada Ji-Yong, “Ketika kita menjadi penyanyi, kita akan bisa mengenakan pakaian seperti itu.” Di dalam YG, aku paling menyukai TEDDY. Aku sering berujar sendiri, “Aku akan menjadi rapper seperti TEDDY-hyung.”
Q. Masa apakah yang tersulit?
TY. Jika dibahas sekarang, rasanya aku ingin tertawa. Itu adalah saat YG Family merilis album kedua. Ji-Yong mendapat kesempatan dalam title song “HipHop Gentlemen” bersama senior lainnya. Aku sendiri untungnya mendapat kesempatan rekaman salah satu lagu. Saat itu, YG Family mendapatkan penghargaan dan di rumah, ibuku menonton acara itu. Saat Sean-hyung yang menjadi perwakilan menerima penghargaan memberikan pidato, ia menyebut nama semua penyanyi yang ikut dalam album itu. Sejujurnya aku tidak berharap namaku disebut, tapi ternyata benar-benar tidak disebut. Ibuku berkata, “Kamu ikut berpartisipasi dalam album itu, kenapa namamu tidak disebut?” Aku merasa bersalah pada ibuku, dan rasanya ingin sembunyi saja.
Q. Kamu bercita-cita ingin menjadi seorang rapper, tapi sekarang kamu menjadi seorang vokalis.
TY. Suatu hari, CEO bertanya padaku apakah aku memiliki teman yang mahir dalam musik. Jadi, aku mengenalkan TOP padanya. Pada saat CEO melihat TOP, ia meminta TOP bernyanyi. Tapi, TOP adalah seorang rapper. Karena saat itu R&B lebih terkenal dibandingkan Hip-Hop, CEO meminta semuanya untuk bernyanyi terlebih dahulu. Setelah ragu-ragu, TOP menyanyikan “I Believe I Can Fly” dari R. Kelly. Dan, aku pikir ia gugup saat itu, ia berhenti menyanyi di tengah lagu. Suasana saat itu sungguh canggung hingga aku melanjutkan nyanyiannya. Itulah titik balikku. CEO berkata, “Kamu juga bisa bernyanyi. Berlatihlah menyanyi lagi.” Kami (BIGBANG) pernah berbincang mengenai kenapa aku menjadi vokalis dan kami mengingat kejadian ini, kami pun tertawa terbahak-bahak.
Q. Apakah kamu mempunyai kenangan lain di luar dunia trainee?
TY. Karena Ji-Yong pindah ke Ilsan, kami banyak mengunjungi LaFesta. Pada masa itu, komunitas online messaging sangat populer di kalangan anak SMA. Saat ada rumor akan gadis cantik, Ji-Yong akan mengiriminya pesan dan benar-benar bertemu. Kami akan makan bersama, karaoke, dan lain-lain. Sedihnya adalah, sebagian besar dari gadis-gadis itu hanya photogenic. Haha. Ji-Yong membuat semua hal yang tidak akan pernah kulakukan itu menjadi mungkin. Kadang kala aku ingin kembali ke masa dimana aku dan Ji-Yong jalan-jalan di Ilsan.
a

#3. Taeyang 23 tahun, pertemuan dengan krisis dan kesempatan lain untuk menang

Q. Bagaimana BIGBANG terbentuk?
TY. Saat itu aku pikir aku dan Ji-Yong akan membentuk duo. Tapi, bos ternyata berencana untuk membuat boy group. Pertamanya, Hyun Seung (sekarang member Beast) bergabung dengan kami dan kami menggunakan asrama yang saam ketika 17 tahun. Kemudian ia pergi, dan TOP, Daesung, Seungri bergabung. Saat itu, Ji-Yong dan aku tidak ingin menjadi boy group. Kami sudah mengenal TOP dengan baik tapi kami tidak mengenal yang lainnya, dan peran mereka juga tidak jelas. Aku saat itu tidak tahu bagaimana aku akan cocok dengan mereka. Tapi setelah training, kami sadar bahwa kami cocok satu sama lain.
Q. BIGBANG tidak begitu sukses saat baru debut.
TY. Itu benar. Grup “pretty boy” seperti TVXQ sedang terkenal saat itu. Kami tidak tinggi, dan tidak juga berpakaian keren. Orang-orang saat itu hanya berpikir, “Oh, jadi ada grup BIGBANG.” Oleh karena itu, kami terus merilis single pada masa itu. Kami merilis satu setiap bulannya, dan selama masa persiapan itu, kami mengunjungi berbagai koran untuk wawancara. Kami muncul di TV saat album sudah dirilis, jadi kami kekurangan waktu tidur.
Q. Lalu, lagu “LIES” menjadi begitu populer, seperti sulit dipercaya.
TY. Pada awalnya, lagu itu adalah lagu solo Ji-Yong. Tapi, bos berpikir bahwa itu akan lebih baik jika dibawakan oleh BIGBANG. Musik kami berubah dari Hip-Hop menjadi electronic. Tapi, hasilnya bagus.
Q. Dan, masa kejayaan BIGBANG pun dimulai.
TY. Setelah lagu hit itu, empat lagu “Haru Haru”, “Last Farewell”, dan “Sunset Glow” berturut-turut menjadi hit.  Dan, kami mulai menerima penghargaan-penghargaan dalam acara penghargaan musik. Tapi, kami tidak berhenti bekerja pada masa itu. Tidak ada satu haripun untuk beristirahat. Tidak ada waktu untuk merayakannya. Kami bahkan berpikir apakah kami sempat makan. Setelah sukses di Korea saat itu, kami diminta untuk memulai kembali dari awal di Jepang.
Q. BIGBANG tentunya melalui banyak masa naik dan turun.
TY. Selama bertahun-tahun, yang kami lakukan hanyalah bekerja. Beban kerja itu menuju ke sebuah celah tak terlihat yang muncul di antara semua anggota. Kami sangat lelah, kami menjadi cepat kesal, tapi kami harus bertemu dengan satu sama lain setiap hari. Saat sibuk solo karir, masing-masing mungkin berpikir grup itu sudah tidak diperlukan lagi. Kami pun menjadi gugup. Aku berpikir, “Apakah kami akan berakhir seperti ini?” Saat itu aku sependapat bahwa idol group tidak bertahan hingga 5 tahun. Dan seperti itu, hal-hal buruk mulai datang menimpa kami. Anggota kami melalui banyak naik dan turun, dan itu mempengaruhi kami semua untuk beberapa saat. Hatiku hancur saat itu. Aku bukan yang mengalami semua itu, tapi seseorang yang sangat dekat denganku melalui masa yang sulit, itu menyakitkan. Aku merasa berada di tepi jurang, kemudian aku berpikir, “Aku tidak ingin ini berakhir. Aku tidak ingin berpisah dengan anggota lainnya.”
Q. Apakah kamu masih punya rencana sendiri yang ingin kamu kejar?
TY. Hal-hal yang kami lalui saat itu memberi pengaruh yang besar kepada seluruh anggota. Orang seringkali berkata kegiatan solo itu keuntungan bagi sebuah grup. Tapi sebagai manusia, orang seringkali fokus pada diri mereka sendiri. Namun, kami berbeda. Kami sadar bahwa tanpa BIGBANG, kami tidak bisa mengejar apa yang ingin kami impikan.
Q. Pernahkan kalian melalukan sesuatu yang menyimpang?
TY. Pernah sekali, dan itu hal yang cukup besar. Kami berempat saat itu syuting iklan bir, kecuali Seungri yang saat itu masih di bawah umur. Dan kami berpikir untuk kabur bersama dengan mobil Seungri setelah syuting dan bersembunyi selama seminggu. Kami akan ditemukan jika kami memakai kartu kredit, jadi kami bahkan sudah berencana untuk menarik uang dalam jumlah yang besar. Kami akan melakukan hal itu ketika manager kami meninggalkan kami di asrama, tapi ternyata ia menurunkan kami di kantor. Bos ingin berbicara dengan kami. Kami gugup saat itu, dan tak lama kemudian ia tahu mengenai rencana (kabur) kami. Seungri mengadukan kami. Untungnya, bos cukup baik. Ia bertanya apa yang menyulitkan kami. Jadi, kami pikir daripada kami kehilangan arah, lebih baik kami membicarakannya (dengan bos).

a

#4. Taeyang 21 tahun, cinta pertama yang menyakitkan

Q. Bagaimanakah kisah cinta pertamamu?
TY. Aku mendapat luka yang sangat besar dari cinta pertamaku. Aku mulai menyukainya sebelum aku debut, dan aku mulai bertemu dengannya setelah debut. Tapi, karena aku begitu sibuk, aku tidak bisa mengutarakan perasaanku, dan kami menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya naksir satu sama lain. Aku memiliki tugas penting untuk debut, dan aku tidak bisa berpacaran dengannya. Tapi, aku tetap menemuinya dua bulan sekali. Kekuatan yang kudapat dari cinta sungguh tiada duanya. Ia membuatku berpikir kalau aku harus menjadi yang terbaik. Kehadirannya lebih dari semua pekerjaanku. Karena itulah aku tetap bisa bertahan walaupun aku tidak bisa sering bertemu dengannya. Tapi, hal yang sama tidak dirasakannya. Aku tidak dapat menghubunginya untuk beberapa saat jadi aku merasa cemas, dan kemudian aku mengetahui adanya orang lain. Semua yang ada dalam hidupku menjadi tidak berarti. Semuanya terkesan sia-sia, dan musik rasanya bagaikan pekerjaan. Jika cinta yang seperti ini tidak bisa berakhir baik, aku menjadi bertanya-tanya bagaimana dengan cinta yang sebenarnya.
Q. Apakah saat ini kamu mempunyai pacar?
TY. Aku tidak sering berpacaran, tapi beberapa kali ada. Namun, aku terlalu sibuk untuk berpacaran, ataupun memiliki kesempatan untuk berpacaran.
Q. Kamu pernah berkata ingin menjadi artis yang menyentuh hari orang-orang. Setelah sekarang kamu menjadi seorang penyanyi, apakah kamu mempunyai impian lain?
TY. Tidak banyak yang berubah. Aku masih ingin menjadi seorang artis (seniman). Aku belum merasa mimpiku sudah tercapai. Yang aku bayangkan adalah menjadi seperti Michael Jackson. Bernyanyi di atas panggung yang ditonton puluhan ribu orang sembari menginspirasi mereka. Masih banyak yang harus kulakukan. Ada banyak yang ingin kutunjukkan.
Q. Tentunya banyak kenangan bersama BIGBANG saat sedang world tour.
TY. Setelah konser kami di London, kami pergi ke sebuah club. Hanya kamilah orang Asia di sana. Saya rasa orang-orang penasaran melihat orang-orang Asia menikmati musik dan berpakaian keren. Orang-orang lokal mendatangi kami dan bertanya merk apa yang kami kenakan, dan berteman dengan kami di jejaring sosial. “Gangnam Style” sedang meledak saat itu, lalu orang-orang bertanya, “Apakah kamu tahu PSY?” Karena aku senang menjelaskan, aku beritahu bahwa kami berada di satu agency yang sama.
Q. Apakah arti YG bagi seorang Taeyang?
TY. YG adalah masa mudaku. Sekarang aku berumur 26 tahun, dan aku menghabiskan separuh hidupku di YG, dan masih akan lagi dari sekarang. Sekarang YG sudah menjadi besar. Artis-artisnya menjadi lebih beragam. Sama seperti gedung lamanya. Saat aku pertama kali menginjakkan kaki di sana, aku pikir semua sudah berubah. Tapi, kelembaban masih terasa di sana. Dulu, semua hal dilakukan di basement—mulai dari rekaman dan latihan sampai manajemen. Aku rasa saat itulah yang paling “YG Family”. Sekarang agency-nya sudah terlalu besar untuk disebut family. Rasanya lebih seperti YG Town sekarang.

Written by reporter Eom Dong Jin for Naver
Pictures from YG Entertainment
English translation from YG-Life
Indonesian translation by TaeyangINA

About TaeyangINA

Love & support Taeyang always
This entry was posted in Interview, PHOTO and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s