Taeyang Membahas Sambutan untuk “RISE”, Pengaruh Michael Jackson & Kemungkinan Album Berbahasa Inggris dengan Billboard

Taeyang Talks 'Rise' Reception, Michael Jackson's Influence & English Album Possibility: Exclusive Q&A

Superstar K-Pop ini mengungkapkan, “Saya tidak tahu sama sekali kalau akan ada adegan ranjang. Saat itu saya syok dan merasa canggung.”

Sebagai lead vocal dari boyband K-Pop BIGBANG, sekali lagi Taeyang berhasil mempesona semua fans K-Pop di seluruh dunia dengan dirilisnya album kedua “Rise” bulan lalu.
Empat tahun setelah kegiatan solo terakhirnya, album yang berfokus pada R&B ini pun mendapat sambungan dan ulasan hangat, meledak hingga mencapai peringkat teratas chart musik Korea, dan bahkan mendapatkan perhargaan di Amerika Serikat dengan mencapai peringkat ke-112 dalam Billboard 200, rekor baru yang dicetak oleh penyanyi solo Korea.

Album dengan sembilan lagu itu tidak hanya membuktikan bahwa Taeyang bisa menjuarai chart sendirian, tapi juga menunjukkan talenta pria 25 tahun itu sebagai seorang penyanyi yang powerfulrapper, dan perkembangan artistiknya sejak album “Solar” di tahun 2010.
Di tengah kesibukan mempromosikan single terbarunya “Eyes, Nose, Lips” yang memilukan hati, Taeyang secara eksklusiv mengundang Billboard untuk datang ke gedung YG Entertainment di Seoul, Korea untuk mendiskusikan manuver musikal terbaru, inspirasi, dan pemikirannya untuk mengeluarkan album berbahasa Inggris di masa depan.
a
Album barumu “Rise” keluar setelah empat tahun. Bagaimana rasanya pada akhirnya merilis sesuatu yang baru?
Sebagai seorang musisi, ada beberapa kualitas artistik dari album ini yang saya masih kurang puas, tapi saya merasa amat sangat berterima kasih orang-orang menyukainya–terutama karena album ini adalah album yang menyimpan emosi, kenangan, dan nilai musikal yang sudah saya rasakan dan dapatkan selama empat tahun terakhir ketika saya mengerjakannya.
Di Billboard 200, “Rise” menjadi K-Pop album ketiga yang mencapai posisi tertinggi dan posisi terbaik untuk penyanyi solo Korea, mengalahkan G-Dragon dan BoA. Bagaimana reaksi Anda?
Sejujurnya, itu bukan hal yang saya duga ataupun harapkan. Saya pikir fans mengetahui kerja keras yang sudah saya lakukan sebagai artis solo dan anggota BIGBANG selama tahun-tahun ini. Ini adalah pencapaian yang sangat menyenangkan bagi saya.
“Rise” memiliki R&B masa kini yang berbeda. Siapakah pemusik R&B favorit Anda? Kegiatan musik apa yang menginspirasi Anda belakangan ini?
Ada banyak sekali artis penuh talenta yang sedang dengan aktif merilis dan mempromosikan hal baru saat ini dan saya mencoba untuk mendengarkan semuanya satu-per-satu untuk belajar. Artis-artis ini benar-benar menginspirasi saya, tapi setelah saya mendengarkan album terbaru Michael Jackson “Xscape”, saya kembali diingatkan bahwa ialah inspirasi terbesar saya.
Bisakah ceritakan soal adegan ranjang dalam video klip “1AM”?
Lagu itu bercerita tentang mengenang mantan pacar, makanya adegan itu ada dalam video klip. Saya tidak tahu sama sekali kalau akan ada adegan ranjang hingga saya tiba di studio. Saat itu saya syok dan merasa canggung akan hal itu, tapi saya sangat senang dengan hasilnya.
Lagu mana yang secara pribadi terhubung dengan Anda dalam album “Rise”?
Saya merasa terhubung dengan semua lagu yang ada di album, tapi yang paling cocok dengan sensibility dan musical preference saya itu “Love You to Death.” Gaya musik dan suara “Love You to Death” adalah apa yang ingin saya lakukan sejak saat saya mulai mengerjakan album ini. Itu adalah lagu yang maskulin dengan lirik yang dramatis. Saya rasa ketulusan lirik itu sudah berhasil dibaurkan dengan baik ke dalam lagu itu. “Love You to Death” adalah lagu paling cocok untuk mengekspresikan emosi dan getaran saya saat ini.
Ada kabar yang bilang Anda berpikir untuk mempromosikan album di Amerika. Apakah Anda akan pernah merilis album berbahasa Inggris?
Saya akan sangat senang jika kesempatan itu datang, tapi saya merasa sangat kurang akan kualitas untuk merilis album berbahasa Inggris. Saya tentu harus bekerja jauh lebih keras lagi. Tapi, dalam waktu dekat, saya ingin membuat album berbahasa Inggris.
Apa perbedaan Taeyang yang solo dan yang bersama dengan BIGBANG?
Dulu saya berpikir bahwa keduanya berbeda, tapi sekarang saya rasa dinding itu sudah tidak ada. Saya bisa menunjukkan karakteristik dan warna suara saya baik sebagai anggota BIGBANG ataupun artis solo. Saya tidak merasakan apapun yang benar-benar berbeda. Hanya saja, jika menjadi artis solo, beban dan tanggung jawab yang saya bawa lebih besar.

Taeyang Talks ‘Rise’ Reception, Michael Jackson’s Influence & English Album Possibility: Exclusive Q&A

By Jessica Oak, Seoul

a

The K-pop superstar gets candid: “I had no idea I was going to be shooting a bed scene. I was shocked and felt awkward”

As lead vocalist in mammoth K-pop boy band BIGBANG, Taeyang managed to enrapture K-pop fans from all around the globe all over again with the release of second solo album “Rise” last month.
Four years after his last solo effort, the R&B-focused set was met with rave reviews, exploded to the top of the charts in Korea and even earned a major stateside accolade by reaching No. 112 on Billboard 200, a new record set for Korean solo acts.
Not only did the nine-track set prove that Taeyang could find chart success on his own, but also showcased the 25-year-old’s talent as a powerful singer, rapper and his artistic progression since 2010 album “Solar.”
In the midst of promoting his heartwrenching new single “Eyes, Nose, Lips,” Taeyang exclusively invited Billboard to YG Entertainment’s headquarters in Seoul, Korea to discuss his latest musical maneuvers, inspirations and thoughts on an all-English album in the future.
a
Your new solo album “Rise” comes four years after your last. How does it feel to finally release new material?
As a musician, there are certain artistic qualities from this album that I’m unsatisfied with, but I am extremely thankful and grounded that people like it — especially because it’s an album that holds my emotions, memories and musical values that I have felt and gained in the last four years while I was working on it.
On the Billboard 200, “Rise” became the third highest-charting K-pop album and the best chart position for a Korean solo act, beating out G-Dragon and BoA. What’s your reaction?
Honestly, [charting on Billboard chart] is not something I expected or anticipated. I think fans acknowledged the effort I have made as a solo artist and as a member of BIGBANG throughout the years. It is a very humbling yet gratifying achievement for me.
“Rise” has a distinct, modern-day R&B sound. Who are your favorite R&B acts? Which music acts are inspiring you nowadays?
There are so many talented artists that are actively releasing and promoting new materials right now and I try to listen to every single track upon release to study. These artists definitely inspire me, but after listening to Michael Jackson’s latest album “Xscape,” it reminded me once again that he is my greatest inspiration.
Tell us about filming your “bed scene” in the “1 AM” video.
The song is about reminiscing about an ex-girlfriend so that’s why the scene was included in the visual. I had no idea I was going to be shooting a bed scene until I arrived at the studio. I was shocked and felt awkward about it, but I am very pleased with the outcome.
What tracks do you personally connect with on “Rise”?
I feel connected to every single song on the album, but what fits closest to my current sensibility and musical preference is “Love You to Death.” The musical style and sound of “Love You to Death” is something I wanted to do from the moment I started working on this album. It’s a very masculine track with dramatic lyrics. I think the sincerity of the lyrics have been beautifully incorporated into the song. “Love You to Death” is the most suitable song to express my current emotions and vibe.
There were reports you were considering promoting in America. Would you ever record an all-English album?
I would love to if the opportunity comes, but I feel like I lack a lot of qualities for me to come out with an all-English album. I definitely need to put in more effort and try harder. But some time in the near future, I’d like to record an all-English album.
What’s the difference between solo Taeyang and the Taeyang in BIGBANG?
I used to think the two were very different, but now I think that wall has been torn down. I can show my characteristics and musical colors both as a member of BIGBANG and as a solo artist. I don’t feel anything is significantly different. It’s just that as a solo artist, I have more burden and responsibilities on my shoulders.

Exclusive interview and written by Jessica Oak in Seoul for Billboard
Indonesian translation by TaeyangINA 

About TaeyangINA

Love & support Taeyang always
This entry was posted in Interview and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s