Taeyang’s Interview with VOGUE Korea July 2014 Issue

LA DOLCE VITA

Masa muda Taeyang yang gemilang!
<VOGUE> July 2014


 

Taeyang kembali terbit. Hidupnya baru saja akan memecah gelapnya malam dan menyinari pagi seperti makna harafiah dari album solo keduanya “RISE”. Lihatlah masa mudah Taeyang yang cemerlang; yang menari dengan penuh gairah bersama dengan wanita-wanita semanis permen yang berwarna-warni!


Saat ini sedang musim piala dunia. Apakah kamu menyukai sepak bola?
TY. Tidak, tapi aku ingin pergi ke Brazil. Aku senang melihat pemandangan indah.
Dan ada banyak wanita cantik di sana.
TY. Haha. Aku sering mendengar tentang itu. Suasana syuting hari ini pun seperti Amerika Selatan.
Kamu pun menari dengan penuh gairah. Apakah kode style untuk album ini?
TY. Pertama-tama, warna utamanya adalah emas. Hari ini albumku dirilis, dan tidak hanya cover-nya, tapi bagian dalam album pun emas. Jadi aku membeli kalung emas. Aku mengenakan rantai, yang ada logo dari “Ringa Linga”, dalam video klip “Eyes, Nose, Lips”. Dan jam tangan Rolex emas dan jam tangan emas putih.
Terlihat seperti jam tangan pernihkahan.
TY.
Setelah selesai dengan album ini, aku ingin menghadiahi diriku sendiri dengan sesuatu yang berarti. Aku melalui masa yang tidak mudah mempersiapkan album ini selama empat tahun. Jadi aku membeli dua jam tangan untuk menghibur diri.
“Eyes, Nose, Lips” tadinya tidak menjadi title song, bukan?
TY.
“Eyes, Nose, Lips” adalah lagu terakhir yang kubuat, sekitar tiga bulan lalu. Sebenarnya, aku hendak memilih lagu lain sebagai lagu utama – contohnya “1AM” – tapi entah bagaimana perilisan albumku terus diundur. Aku melalui banyak sakit hati, tapi pada akhirnya yang menentukan perilisan adalah bosku.

Perubahan-perubahan seperti apa yang muncul seiring dengan ditundanya perilisan album?
TY. Arah musiknya menjadi berubah. Pada dua tahun pertama, aku membuat musik yang aku inginkan. Dari awal hingga akhir, aku bekerja sendiri untuk kepuasanku, tapi bosku mengungkapkan kalau itu tidak terarah. Tentu saja aku tidak berpikir kalau  aku benar dalam segala hal.
Lalu, kenapa kamu berubah pikiran?
TY. Dalam kondisi seperti itu, aku bisa tidak merilis album sama sekali. Aku belajar hal itu melalui percobaan dan kesalahan. Aku semakin ingin melakukan apa yang ingin kulakukan seiring berjalannya waktu pada saat itu. Aku pikir aku perlu membuat gambaran besar dengan mendengarkan musik lain sebelum preference-ku semakin menguat. Sejak saat itu, aku menerima opini dari company sebisaku. Begitulah bagaimana aku membuat “1AM”; banyak lagu dari album itu pun dibuat mulai sejak saat itu.
Lagu manakah yang paling mendekati Taeyang?
TY. 
“Intro (RISE)” dan lagu terakhir “Love You to Death”, dimana Tablo ikut dalam memproduksinya. Kedua lagu ini dibuat dua tahun lalu. Pertama-tama, aku membuat “Intro” untuk menetapkan arah keseluruhan album ini. Aku pikir lagu itu adalah musik fresh yang belum banyak dikenal di Korea pada saaat itu.
Sayang sekali musik bukanlah sesuatu yang menjadi semakin berharga seiring berjalannya waktu, seperti anggur.
TY. Aku ingin membuat lagu secepat mungkin agar aku bisa mendengar opini orang-orang tentangnya. Karena ketika aku mendengarkan mereka, opini-opini itu bagus. Bagaimanapun, aku bersyukur merilis album ini dan dicintai orang-orang saat ini.

Sepertinya album kamu diterima cukup baik di masyarakat.
TY. Benar. Aku sempat sangat mengkhawatirkan hal itu. Album ini adalah sesuatu yang belum pernah saya coba sebelumnya. Jujur saja, aku mengerti pemikiran company-ku juga. Album terakhirku disukai oleh banyak orang yang sangat menyukai musikku, tapi tidak terlalu populer dengan masyarakat umum. Jadi, aku memutuskan untuk membuat musik yang bisa dicintai oleh sebanyak mungkin orang. Jika ditanya apa keuntungan dan kerugian album ini, bisa kukatakan bahwa itulah dia. Aku menduga kalau orang-orang yang mencintai warna musikku yang sebelumnya akan merasa sedikit terkhianati. Jadi, aku khawatir jika album ini tidak terkenal. Album ini bisa menjadi sesuatu di tengah-tengah.
Mungkin ini memalukan, tapi secara pribadi, album ini terasa seperti film “Coming of Age” bagiku. Saat mendengarkan lagu-lagunya, aku mengenang, “Ah, aku juga merasakan semua itu saat umur 20an.” Album ini seperti sebuah cerita yang menampung masa jaya seseorang sembari kenangan masa lalu datang ke pikiranku.
TY. Aku rasa itu feedback yang sangat bagus bagiku. Hal terbaik yang pernah aku dengar sampai sekarang. Empat tahun terakhir adalah waktu dimana aku merasakan sesuatu sepenuhnya. Dai usia 23 sampai 27 tahun. Aku mencoba memasukkan gairah, cinta – perasaan-perasaan yang tidak teratur yang saya rasakan – ke dalam album. Rasanya aku akhirnya mendapatkan buah dari ciptaanku yang sudah lama dipersiapkan, karena kamu merasakannya sebagai sebuah cerita tanpa menghiraukan genre-nya.
Kamu melakukan comeback stage di SBS Inkigayo, bukan? Panggungnya benar-benar benar. Bagian terbaik adalah ledakan dari solar system di layar besar pada saat klimaks.
TY. Aku juga kaget. Aku meminta SBS untuk menjaga mood dari video klip “Eyes, Nose, Lips”, tapi mereka mengatur panggungnya dengan sangat baik. Aku tidak bisa meminta panggung seperti video klipnya, jadi aku pikir alangkah baiknya jika orang-orang bisa melihat perubahan yang mendeskripsikan lagunya di sebuah layar lebar. Mereka mempersiapkannya melebihi yang kuharapkan.
Aku juga mengingat video klip “Hello” dari Cho Yong Pil. Mood-nya sunguh berbeda, tapi apa yang ingin disampaikan dari albumnya entah bagaimana terhubung dengan musiknya.
TY. Tepat sekali. Tanpa disengaja, aku terpengaruh banyak oleh Cho Yong Pil saat membuat album ini. Album terakhirnya bagus, tapi aku juga mendengarkan musik lamanya. Aku belajar banyak darinya – tidak hanyamusiknya tetapi juga pendirian hidupnya. Jadi, musikku mungkin akan menunjukkan hal-hal itu. Aku memikirkannya terutama ketika menyanyikan “Throw Away”.

Apakah “King of Pop” itu tahu akan hal ini?
TY. Ya, aku sering mengunjunginya untuk menunjukkan musikku. Pertamanya, ia mendengarkan lagunya dan mengatakan padaku kalau itu adalah lagu yang sangat bagus. Dan, tentu saja, ia menasihatiku dalam setiap detail yang perlu diperbaiki lagi. Aku rasa kami mendengarkan lagunya hingga beratus kali di sana.
Aku tahu kamu pernah menghadiri showcasalbumnya, tapi aku tidak menyangka sampai sejauh ini. 
TY. Aku menyukai musik Cho Yong Pil karena musiknya mempunyai banyak pesan. Saat bertemu dengannya pertama kali, aku sedikit gugup karena aku sangat mengaguminya, tapi aku tidak merasa tidak nyaman untuk bersamanya. Sebenarnya aku merasa lebih nyaman dengannya karena umur kami yang terpaut jauh.
Senior legendaris dan junior yang musiknya sedang panas saat ini bertemu dan berbagi kepekaan akan musik bersama!
TY. Jujur saja, ketika aku masih kecil, aku hampir tidak mendengarkan K-Pop sama sekali. Akar musikku sebenarnya adalah musik luar. Tapi setelah aku menjadi seorang penyanyi, aku sering berpikir, “Aku harus menjadi penyanyi seperti apa?” Semua orang memikirkan hal ini, tapi aku terlalu memikirkannya. Bahkan musik menjadi kekhawatiran kedua bagiku. Kemudian, aku melihat documentary Cho Yong Pil, dan aku sangat terkesan. Jika seseorang disebut sebagai penyanyi (real singer), dialah orangnya. Aku ingin hidup seperti dia!!
Kapankah itu?
TY. Setelah aku merilis album solo pertamaku. Aku mulai mendengarkan musik K-Pop sejak saat itu. Aku mulai dari Cho Yong Pil dan kemudian Lee Moon Sae, yang lagunya dibuat ulang oleh Big Bang, dan Deul Guk Hwa… Terutama musik Deul Guk Hwa, itu benar-benar hebat. Lirik dan skalanya itu… Aku tidak ingin memberi definisi akan musik, tapi jika aku harus melakukannya, musik merekalah yang paling mendekati arti itu.
Album terbaru Deul Guk Hwa juga indah. Bagaimana menurutmu dengan album Taeyang?
TY. Aku tidak bisa membandingkanku dengan mereka. Tapi, aku ingin meyakinkan orang-orang dengan warna musikku sendiri. Aku sedang melakukan banyak usaha sekarang, tapi aku ingin sekali menemukan musikku sendiri dan merilisnya pada dunia. Paling tidak, aku tidak akan berhenti mengusahakannya.

Album ini sepertinya sangat cocok dengan umurmu… Album full-length dan album single pertamamu adalah musik yang diproduksi dengan sangat baik, yang terasa seperti pakaian sensational dan trendy untuk seseorang yang istimewa. Namun, album ini sangatlah natural. Aku menyukainya.
TY. Jika kamu melihat cover albumku, kamu akan langsung tahu – aku mencoba untuk melakukan hal sesedikit mungkin. Seperti “Eyes, Nose, Lips”, aku membuat musik dari diriku sendiri untuk album ini. Aku menaruh perasaan-perasaanku pada saat itu ke dalam musik tanpa mempedulikan genre musiknya. Aku bahkan menemukan beberapa lagu tanpa disengaja.
Tanpa disengaja seperti apa? Bisakah kamu memberi contoh?
TY. Contohnya saat aku menemukan “Throw Away”. Studio YG tidak pernah berhenti bekerja. Aku sedang berjalan pulang setelah bekerja saat subuh ketika aku mendengar melody lagu itu. Begitu aku mendengarnya di lorong, aku dengan segera membuat demo lagu itu. “Body” juga sama. Ketika para produser sedang meng-install program baru, biasanya mereka akan membuat musik secara asal. Teddy sedang memainkan musik baru dan aku sangat menyukainya, jadi aku mengambil musik itu untuk membuat “Body”.
Oleh karena itu entah mengapa aku merasa lagu itu nakal dan bebas. Cocok dengan suasana studio hari ini juga. Tapi, kenapa menggunakan “Body” sebagai judul bahasa Inggris dari “아름다워 (Beautiful)”?
TY. Kami keukeuh dengan judul “Body”, tapi bos keukeuh mengatakan kalau “아름다워 (Beautiful)” lebih baik.
Suara CL yang muncul selama dua detik juga mengesankan. Apakah CL yang menulis lirik di bagiannya?
TY. Seperti yang tadi kukatakan, lagu ini dibuat begitu saja pada saat itu. Aku menaru sampling dari lagu “Milkshake” oleh Kelly untuk pertama kalinya. Karena liriknya mengatakan “your body is so beautiful”, aku menggunakan sampling itu untuk ada di dalam lagu, tapi aku tidak berhasil mendapatkan persetujuan untuk menggunakannya. Jadi, mendadak aku harus menggantinya dengan lagu seseorang dari company kami. Jika kamu mendengarkan album ini, kamu akan menemukan beberapa featuring tersembunyi.
Suara wanita di tengah lagu ke-9, “Love You to Death”, itu juga CL, kan?
TY. Benar, haha. Kami banyak menggunakan suara CL karena ketika kami mendadak membutuhkan suara seorang wanita, kami harus membawa seseorang ke studio secepat mungkin. Setelah dipikir-pikir, dia selalu ada di sana saat kami membutuhkannya. Dan ia juga adalah yang terbaik. Sebenarnya untuk lagu ke-9, hanya CL yang bisa membuat suara seperti itu. Tapi, sound effect-nya sangat mengubah suara CL hingga kami sepakat akan menjadi aneh jika kamu menaruh namanya dalam featuringlagu itu.
Apakah ada cameo lain lagi?
TY. Aku membutuhkan beberapa background vocal untuk album ini. Contohnya, semua orang di kantor – seperti para hyung penulis lagu dan para trainee – bernyanyi bersama untuk bagian akhir lagu “This Ain’t It”.
Menarik sekali. Ngomong-ngomong soal “This Ain’t It”, itu adalah lagu paling tidak biasa dan tidak diduga dibanding lagu lainnya. Taeyang yang menyanyi diiringi petikan gitar akustik!
TY. Benar. Sebenarnya itu adalah lagu tersulit untuk rekaman. Aku benar-benar sering berpikir, “This ain’t it! (Bukan sepert ini!)” Haha. Lagu ini merupakan perpaduan musik pop dan british rock, tapi aku tidak bisa menangkapnya karena itu bukan style-ku. Tentu saja aku tahu jika aku menyanyikan lagu ini, tentu akan menjadi unik. Tapi, awal-awalnya, aku tidak bisa mendapatkan feeling-nya. Jadi, ini lagu yang paling banyak direkam.

Apakah kamu mahir bermain gitar seperti kamu memainkan piano?
TY. Tidak, tapi aku ingin (bermain gitar). Terutama electric guitar.
Kamu mengikuti style yang sudah kuduga. Apakah kamu masih menikmati skateboard?
TY. Aku bermain skateboard dua tahun lalu, dan mengendarai sepeda belakangan ini. Kamu mungkin akan tekejut ketika bertemu, karena sepedaku sangat sederhana. Haha. Cuaca sangat cocok untuk bersepeda akhir-akhir ini. Jadi, aku sering bersepeda di sekitar rumah dan Sungai Han.
Rumah bagus yang diperkenalkan di VOGUE Living itu apakah masih dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya? Masih berbau stroberi?
TY. Ah, sedikit berbau buah-buahan. Hampir mirip dengan saat itu. Aku ingin rumahku bersih, tapi sekarang jadi sedikit berantakan karena aku sibuk. Pakaianku berada dimana-mana.
Anggota yang lain mengoleksi sesuatu, seperti pakaian, perabotan, seni rupa…
TY. Aku mengoleksi “memori”. Haha. Aku sangat pintar mengingat.
Sepertinya kamu punya kapasitas memori yang cukup besar.
Kamu pernah menyebutkan bahwa lagu ini menampung ceritamu dalam making video “Eyes, Nose, Lips”.
TY: Lagu ini bercerita tentang kerinduan akan mantan kekasih. Aku sangat kesepian pada saat itu. Lagu ini muncul pada waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan itu.
Pada saat itu musim bunga-bunga bermekaran. Kamu membuat lagu itu tiga bulan yang lalu.
TY. Benar. Di musim semi.
Terjadi pada saat itukah?
TY. Hmm… aku tidak tahu. Haha.
Kamu tidak perlu menyebutkan kalau itu adalah kisahmu. Mengapa kamu melakukannya? Orang-orang akan bertanya mengenai hal itu, seperti aku.
TY. Karena itu benar-benar ceritaku. Karena itulah aku menulis lagunya. Sulit dijelaskan, tapi aku merasa sangat sedih ketika merekam lagu itu. Karena lagu itu adalah mengenai perasaanku yang sebenarnya.
Kamu bisa menulis liriknya padahal kamu sesedih itu?
TY. Pada saat itu, aku hanya menuliskan liriknya di tiga lembar memoku. Seperti sedang menulis diary. Karena itulah aku mencintai musik. Aku bergantung pada musik untuk mengatasi perasaanku, dan karena perasaan itu, aku bisa membuat musik ketika aku merasa sedih, marah, dan bahagia. Aku pernah men-tweet sesuatu sebelum merilis albumku, aku berusaha untuk tidak melupakan setiap momen dalam pembuatan albumku.  Aku benar-benar berusaha keras untuk mengungkapkan perasaanku dengan jujur melalui musik.

Jadi, kapan momen yang paling membahagiakan? “Ringa Linga” yang di co-produce oleh G-Dragon adalah musik yang menyenangkan, seolah sedang berada dalam pesta yang menyenangkan dengan teman.
TY. Aku tidak bisa menghitung masa-masa yang paling membahagiakannya. Terlalu banyak. Ketika aku bersama dengan anggota Big Bang, aku merasa menjadi orang yang paling senang di dunia. Aku paling sering tertawa ketika kami bersama. Ketika aku menenggelamkan diri membuat musik, aku seringkali lupa akan umurku. Kami berlima yang membuatku tidak lupa perasaan akan umurku, ketika pun aku melakukan hal yang kusukai. Kami seringkali saling menggoda satu sama lain, dan itu sangat menyenangkan.
Apa yang dilakukan anggota Big Bang saat ini?
TY. TOP sedang syuting film layar lebar, Seungri muncul dalam drama “Angel Eyes”. Daesung akan segera merilis album solo barunya di Jepang, dan Ji Yong sudah begitu sibuk. Sekarang ia beristirahat sedikit. Kami sedang membuat album baru Big Bang bersama-sama.
Kamu akan mengadakan tur solo pertama di Jepang bulan Agustus mendatang. Bagaimana perasaanmu?
TY. Salah satu alasan aku ingin cepat merilis albumnya adalah karena konser. Aku ingin bertemu dengan fans-ku di atas panggung. Sulit untuk membagi perasaan dalam acara televisi dan konser berlangsung singkat. Jadi, aku pikir tur adalah jalan terbaik. Tur solo tentunya tidak akan semenyenangkan tur kami berlima. Terutama dalam masa persiapan dan di waktu aku menunggu dimulainya konser. Tapi, aku akan memiliki kenanganku sendiri akan panggung itu.
Kamu ikut dalam setengah dari tur dunia G-Dragon. Anggota mana yang akan ikut dalam turmu?
TY. Aku tidak tahu. Semuanya sibuk. Aku sudah banyak menerima bantuan dari GD, lebih dari yang sudah kuberikan padanya. Ia membantu produksi albumku dan ikut tampail dalam comeback stage pertamaku.
Bukannya mengundang anggota Big Bang lainnya, kita mengundang empat model untuk syuting hari ini. Kami akan membuat video klip mini untuk “Body”. Dan kami akan mengunggahnya ke Vogue.com.
TY. Tadi itu menyenangkan. Aku penasaran akan hasilnya.
Ngomong-ngomong, apa yang sudah dikatakan oleh Produser Teddy mengenai album ini?
TY. Saat Teddy-hyung mematangkan penataan albumku, ia mengatakan ini adalah album yang dibuat dengan baik. “Sekarang ini, tidak mudah untuk membuat album yang berisikan sembilan lagu. Tidak heran kamu butuh empat tahun (untuk membuatnya),” ujarnya.
Empat tahun memang waktu yang lama. Kamu bahkan bisa menyelesaikan kuliah S1. Selamat! Kamu lulus. Pujian khusus apa yang ingin kamu dapatkan?
TY. Kamu sudah mengatakannya. Aku menjadi tahu kalau orang-orang mengerti pemikiran yang kutuang dalam albumku karena kamu. Itu membuatku sangat bahagia. Sebenarnya, aku sedikit lelah hari ini, tapi aku menikmati syutingnya.
Sebuah pujian pun membuat Taeyang menari. Jika seluruh hidupmu diibaratkan sebagai satu hari, di posisi manakah di langit Taeyang akan berada sekarang?
TY. Aku rasa “Taeyang” baru akan terbit, seperti albumku “RISE”. Langit belum terang, dan matahari baru saja akan memancarkan sinarnya ke seluruh arah. Masih terlalu awal untuk menilai posisiku sekarang. Ini hanya sebuah permulaan.
Editor: Lee Mi Hye


Check out the official digital picture on VOGUE.com: 1 | 2
Watch “Body” mini MV by VOGUE!

 

Pictures and english translation by Redsun for AlwaysTaeyang
Video credit to uploader
Indonesian translation by TaeyangINA

About TaeyangINA

Love & support Taeyang always
This entry was posted in Interview, PHOTO, VIDEO and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s