Taeyang Mengulas Satu Per Satu Lagu dalam Album “RISE” dengan Billboard.com (Exclusive Video)

By , New York and , Seoul
Taeyang Gives Track-By-Track Review of Record-Breaking 'Rise' Album (Exclusive Video)

Dalam ulasan satu-per-satu lagu Billboard pertama kalinya untuk sebuah album K-Pop, penyanyi/rapper ini mengulas dalam dan merenungi lagu-lagu barunya

Di saat fans di seluruh dunia mengenal dan mencintai Taeyang melalui grupnya BIGBANG, baru sejak dirilisnya album solo keduanya “Rise” penyanyi K-Pop ini mendapatkan dukungan untuk dirinya sendiri sebagai seorang superstar. Albumnya mencetak rekor bagi penyanyi solo Korea dengan menduduki peringkat 112 dalam Billboard 200 dan mengalahkan posisi sesama rekannya yang juga bintang internasional BoA dan G-Dragon. Albumnya juga tengah duduk dengan indahnya dalam Billboard’s World Albums chart, di posisi ke-9 di minggu keempatnya.
Billboard bertemu dengan Taeyang sebelumnya di gedung YG Entertainment untuk sebuah video wawancara eksklusif dimana penyanyi itu membahas setiap lagunya. Tonton video ulasan lagu satu-per-satu Billboard pertama kalinya untuk sebuah album K-Pop di bawah. Cari tahu lagu mana yang membuat Taeyang kesulitan saat rekaman, mengapa ia mengajak teman baiknya G-Dragon untuk berkolaborasi, lagu yang dirasanya mengizinkan dia untuk akhitnya merilis album ini, dan masih banyak lagi dalam wawancara yang dalam dan langka ini.

a

1. “Intro (Rise)”

“Konsep keseluruhan album ini didasari pada lagu ini. Jika kamu mendengarkan lagunya, kamu pasti mengerti, tapi lagu ini mempunyai getaran natural dan juga suara tropikal yang berulang-ulang. Suasa lagu ini mengingatkanku akan matahari, yang membuatku menulis lagu dengan tema “rise”. Bisa dibilang kalau lagu inilah yang memulai pembuatan album ini.”

2. “Eyes, Nose, Lips”

“Lagu ini adalah lagu title-nya. Lagu ini juga merupakan yang terakhir rampung. Albumku pada dasarnya dirilis karena lagu ini. (Produser) Teddy dan penulis luar bernama Becca (Johnson) menulis lagu ini. Aku ingat betapa antusiasnya aku saat itu karena lagu ini tidak pernah kami duga akan muncul. Saat Teddy sedang menuliskan chord-nya, Becca datang dan menuliskan melodinya pada saat itu juga. Aku sangat menyukainya saat itu, dan aku pun percaya lagu ini bisa membawa rasa fresh dengan suaraku. Setelah selessai dengan rekaman demo-nya, aku mendiskusikan pengalaman pribadiku dengan Teddy, yang menurutnya akan keren jika dibuat menjadi lirik. Pada akhirnya, kami berhasil menulis sebuah lagu bersama tentang kerinduan akan mantan kekasih, mengenang mata, hidung, dan bibirnya. Ini lagu yang sangat emosional.”

 3. “1AM”

“Kalau tidak salah lagu ini ditulis tahun lalu. Boyz Noize berpartisipasi dalam lagu ini. Lagunya memiliki beat yang menyenangkan dengan tempo yang mengajakmu ikut bergoyang. Liriknya bercerita tentang memikirkan seseorang yang dicintai setiap malam pukul 1 subuh — apapun yang dilakukan pada jam itu. Tentang bagaimana pada akhirnya kamu akan memikirkannya setiap hari pukul 1 subuh walaupun sudah minum-minum, berkeluyuran di jalanan, dan pergi dengan teman-teman untuk melupakannya. Isinya bertautan dengan sangat baik dengan tempo up-beat-nya, membuat pendegnarnya merasakan aransemen yang berbeda.”

4. “Stay With Me” featuring G-Dragon

“Stay with Me” diproduksi dengan teman baikku G-Dragon. Lagu ini juga rampung pada saat-saat akhir. Mendekati selesainya albumku, aku sadar bahwa tidak ada lagu yang mem-feature seorang artis. Aku pikir akan menyenangkan untuk mempunyai setidaknya satu lagu dengan seorang artis lain, jadi au memilih lagunya dan memproduksinya bersama G-Dragon. Aku yakin ini lagu yang keren, yang menunjukkan sisi terbaik dari style dan warna musik G-Dragon dan aku saat ini.

5. “Body”

Ada cerita yang sangat panjang di balik lagu ini. Saat pertama kami memproduksi lagu ini, Teddy baru saja mengunduh sebuah program untuk pertama kalinya, yang akhirnya menciptakan lagu ini. Lagu ini berakhir menjadi berbeda dengan aslinya. Yang pertama dibuat lebih terasa keras dan electronic. Versi akhirnya muncul ketika aku ikut mengaransemennya. Mungkin kalian sudah tahu, lagunya adalah tentang tubuh wanita. Ini adalah lagu yang kutulis berdasarkan apa yang kurasakan ketika melihat tubuh wanita.
“Ini lagu yang menyenangkan dan seksi. Lagu ini melalui banyak proses editing sebelum akhirnya diikutkan ke dalam album. Kamu akan mengerti ketika mendengarnya, tapi lagu ini memiliki getaran electronic dan digital yang kuat dan verses dan bridge-nya diiskan suara disco jadul, serta riff gitar ala Michael Jackson dan Daft Punk. Aku pribadi menyukai lagu ini dan yakin ini lagu yang menyenangkan.”

6. “Ringa Linga”

“Ini lagu yang sudah dirilis sebelumnya, aku yakin banyak yang sudah mendengar lagu ini. Produser Shockbit membuat beat-nya dan G-Dragon mengaransemennya. Ketika produserku dan aku mengerjakan lagu ini, G-Dragon datang dan memberitahu bahwa ia mempunyai sebuah melodi yang sedang ia kerjakan. Aku sangat menyukai melodinya jadi G-Dragon pada akhirnya mengaransemen seluruh lagu ini. Aku pikir akan menyegarkan jika lagu ini dirilis dulu sebagai single, karena aku yakin aku bisa menambahkan penampilan yang keren. Lagunya bagus tapi aku rasa yang membuat lagu ini menonjol adalah penampilannya yang aku kerjakan dengan choreographer Parris Goebel.”

7. “This Ain’t It”

“‘This Ain’t It’ adalah lagu yang sangat sulit saat rekaman. Lagu ini berhubungan dengan banyak perasaan dan warna musik dibandingkan lagu-lagu lamaku. Ini lagu yang sangat British-pop. Satu-satunya lagu yang paling banyak kurekam. Liriknya menceritakan tentang bagaimana perasaan seseorang yang tiba-tiba bertemu dengan mantannya tanpa disengaja.”
Bisa dikatakan lagu ini seperti mengenang mantan selagi mengendarai mobil terbuka. Lagu ini memiliki rasa fresh dan sedih. Aku asa ini lagu yang sangat cocok jika didengar tepat sebelum matahari terbit. Coba dengarkan dan putuskan sendiri.

8. “Let Go”

Lagu kedelapan, “Let Go/Throw Away”, sudah lama diproduksi, mungkin sekitar tiga tahun lalu. Ketika aku sedang menunggu lift untuk pulang ke rumah, aku mendengar suara instrumental datang dari salah satu studio produser. Langsung setelah itu aku mendatangi ruangan produser itu dan mengatakan padanya kalau aku mempunyai ide untuk sebuah lagu. Melodinya sudah selesai saat itu jadi kami langsung mulai mengerjakannya. Lagu ini sangat berbeda dengan style musikku, terutama aku rasa karena idenya datang entah dari mana. Aku tidak sadar sampai lagunya sudah rampung, tapi rasanya seperti ada gospel dalam lagu ini. Dengan suara dan melodinya, aku meminta lirik dari Tablo yang memang pandai membuat lirik puitis.”

9. “Love You to Death”

“Ketika mengerjakan lagu ini, ada banyak artis yang sedang kusukai, seperti Frank Ocean dan Miguel. Aku sering mendengarkan mixtape dan album mereka. Ketika aku pertama kali mendengar mixtape mereka, aku yakin kalau tipe musik seperti ini akan menjadi besar baik di Korea maupun Amerika. Aku sangat menikmati musik mereka dan benar-benar senang. Beruntungnya, seseorang yang kukenal di Amerika menghubungkanku dengan (Produser Happy) Perez, dan kami menulis bersama selama lima hari. Kami menulis sekitar lima sampai tujuh lagu bersama. Dari semua lagu itu, yang paling cocok dengan warnau adalah ‘Love You to Death’. Lagu ini tidak disetejui oleh bosku sampai detik akhir, tapi dengan gigih aku terus memaksa, yang berakhir dengan menjadi lagu terakhir di album ini. Jika kalian mendengarkannya, kalian akan mengerti kenapa aku menyukai lagu ini.”

 

In Billboard’s first-ever track-by-track review for a K-pop album, the singer/rapper gets deep and reflects on his new tracks

While fans around the world knew and loved Taeyang through his group BIGBANG, it wasn’t until the release of his second solo album, “Rise,” that the K-pop singer earned support as a superstar in his own right. The LP set a record for solo Korean acts on the Billboard 200, soaring to No. 112 on the Billboard 200 and beating out chart positions from fellow international stars like BoA and labelmate G-Dragon. It’s currently sitting pretty on Billboard’s World Albums chart, too, at No. 9 for its fourth week on the ranking.
Billboard met up with Taeyang at YG Entertainment headquarters for an exclusive video interview where the singer could discuss each track. WatchBillboard’s first-ever track-by-track video review from a K-pop singer with Taeyang below. Find out which track he had a tough time recording, why he enlisted his “best friend” G-Dragon for a collaboration, the song he feels allowed his album to finally be released and much more in this rare, in-depth chat.
1. “Intro (Rise)”
“The concept of the entire album was based off this song. If you hear the song you’ll understand, but it has a nature-like vibe to it with repetitive tropical sounds. The feel of the song reminded me of ‘Taeyang’ [which translates to sun in English], which led to writing songs based on the theme of ‘rise.’ You could say that this song is what started this album.”
2. “Eyes, Nose, Lips”
“This song is the title track of the album. It’s also the last song that was completed. My album was basically released because of this track. Both [producer] Teddy and a foreign writer named Becca [Johnson] wrote this song. I remember feeling very excited about it, because it came about so unexpectedly. While Teddy was writing out the chords, Becca came along and wrote out the melody on the spot. I liked it so much, and I believed I could put a fresh feel to it with my voice. After finishing the demo recordings, I discussed my personal experiences with Teddy, which he thought would be cool to incorporate as lyrics. We were able to write a song together about missing an old lover, reminiscing about their eyes, nose and lips. It’s a very emotional track.”
 3. “1AM”
“This song was written last year, I believe. Boyz Noize participated on this track. It has a very fun beat with a tempo that allows you to sway along. The lyrics are about thinking about a person you loved every night at 1:00 a.m. — no matter what you’re doing at that time. It’s about how you end up thinking about her every day at 1:00 a.m. despite drinking, wandering the streets and hanging out with friends to forget about her. The content meshes really well with the uptempo beat, which allows the listener to feel an array of different feelings.
4. “Stay With Me” featuring G-Dragon
“Stay With Me” was produced with my best friend G-Dragon. This song was also completed towards the end. Towards the completion of my album, I realized that there were no songs with a featured artist. I thought it would be nice to have at least one song with a featured artist, so I chose the track and produced it along with G-Dragon. I believe it’s an awesome song that shows the best of both G-Dragon’s current musical style and color along with mine.
5. “Body”
There’s a long back story to this song. When we first produced this track, Teddy had downloaded a program for the first time with which this song was created by. The track turned out different from the original track. The original piece had a harder, electronic feel to it. The final track came when I joined in on arranging it. As you may know, the song is about a female’s body. It’s a song that I wrote based on the things I feel when seeing a female body.
“It’s a very fun and sexy track. This song went through a lot of editing before it was put on the album. If you hear it you’ll understand, but it’s got a heavy electronic and digital vibe to it yet the verses and bridge have an old-school disco sound, as well as Michael Jackson and Daft Punk-styled guitar riffs. I personally like the song and believe it’s a lot of fun.”
6. “Ringa Linga”
“This is my pre-release track, I believe many people have already heard this song. Producer Shockbit created the beats and G-Dragon arranged it. While my producer and I were working on this track, G-Dragon came in and told us that he had a melody he was working. I really liked the melody so G-Dragon ended up arranging the entire track. I thought it would be refreshing to release this song as the first single, because I believed I could add on a cool performance. The song is great but what I think makes the track stand out is the performance that I worked on with choreographer Parris Goebel.”
7. “This Ain’t It”
“‘This Ain’t It’ is a track that I had a hard time recording. The track deals with different emotions and musical colors than my previous projects. It’s very British-pop heavy. It’s the only track [on the album] that I recorded multiple times. The lyrics are about how one will feel when bumping into an ex by chance.
You could say it’s sort of like reminiscing about an ex while driving in a convertible. The track has a very fresh and sad feel to it. I believe it’s a song that fits well if played right before the sun rises. Please listen to it and decide for yourselves.
8. “Let Go”
The eighth track, “Let Go,” was produced a long time ago, maybe three years ago. While I was waiting for the elevator to go home, I heard an instrumental coming from one of the many producer studios at YG. Immediately upon hearing the instrumental, I went into that producer’s room and told him that I had an idea for a song. The melody was finished so we started working on it right away. The song is very different from my usual musical style, mostly because I think the idea came out of nowhere. I didn’t realize it until after the song was completed, but it’s got a gospel feel to it. Due to its sound and melody, I requested lyrics from one of my label mates, Tablo, since he’s good at scripting poetic lyrics.”
9. “Love You to Death”
“When working on this track, there were a lot of artists I liked at that time like, Frank Ocean and Miguel. I listened to their mixtapes and albums a lot. When I first heard their mixtapes, I believed that this type of music was going to be huge in both Korea and the States. I really enjoyed their music and was extremely excited. Luckily, someone I know in the States connected me to [producer Happy] Perez, and we had a writing session for about five days. We wrote about five to seven songs together. Out of those songs the song that fit my color the best was ‘Love You to Death.’ This song was not approved by my CEO until the very end but I pushed for it persistently, which resulted in the song becoming my last song. If you hear it, you’ll understand why I liked this track.”

Source: billboard.com 
Indonesian translation by TaeyangINA

About TaeyangINA

Love & support Taeyang always
This entry was posted in Interview, VIDEO and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s